Pengungkapan Kekerasan Seksual Melalui Ikon, Indeks, dan Simbol dalam Film Penyalin Cahaya
DOI:
https://doi.org/10.25077/majis.5.2.%25p.2023Keywords:
Ikon, indeks, simbol, kekerasan seksual, Penyalin CahayaAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis ikon, indeks, dan simbol yang muncul dalam film Penyalin Cahaya yang disutradarai Wregas Bhanuteja. Pengungkapan ikon, indeks, simbol, diharapkan lebih membantu memahami tanda-tanda yang muncul berupa bahasa verbal dan visual film Penyalin Cahaya. Adapun teori atau sudut pandang atau teori semiotika mengenai trikotomi ikon, indeks, dan simbol dari Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ikon Teater Medusa dan mesin fotokopi, indeks fogging nyamuk dan tone hijau, serta simbol nama Suryani, Â semua mengarah ke bentuk-bentuk pengungkapan mengenai kekerasan seksual. Film menjadi alat untuk menyadarkan masyarakat bahwa lembaga pendidikan tidaklah sepenuhnya aman bagi mahasiswa dan mahasiswi dalam menuntut ilmu pengetahuan.
References
Bhanuteja, W. (2021, Oktober 8). Penyalin Cahaya (Photocopier). Netflix, Inc.
Collier, R. (1998). Pelecehan Seksual: Hubungan Dominasi Mayoritas dan Minoritas. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Fatimawati, I., Arini, D., Hastuti, P., Ernawati, D., Budiarti, A., & Faridah, F. (2022). Pendidikan Seks sebagai Pencegahan Perilaku Seksual Beresiko pada Remaja. Journal of Community Engagement in Health and Nursing, 1(1), 28–38.
Fikri, F. N., Zafirah, K. S., Istikomah, R. S., Zahra, S., & Hasibuan, H. A. (2022). Penyalin Cahaya: Analisis Jenis Pelecehan Seksual Pada Film. Cinematology: Journal Anthology of Film and Television Studies, 2(2).
Firdausya, I. (2020, Januari 10). Perlunya Empati dalam Menghadapi Kasus Kekerasan Seksual. Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/humaniora/282560/perlunya-empati-dalam-menghadapi-kasuskekerasan-seksual
Kartini, Deni, I. F., & Jamil, K. (2022). Representasi Pesan Moral dalam Film Penyalin Cahaya (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce). Siwayang Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Antropologi, 1(3). https://doi.org/10.54443/siwayang.v1i3.388
Komala, L., & Ardianto, E. (2009). Komunikasi Massa, Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Krutnik, F. (1991). In a Lonely Street: Film Noir, Genre, Masculinity. Routledge.
Maleong, L. J. (2006). Metodologi Penelitian Qualitaitve. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Noviana, I. (2015). Kekerasan Seksual Terhadap Anak: Dampak dan Penanganannya. Sosio Informa, 1(1), 13–28. https://doi.org/10.33007/inf.v1i1.87
Permatasari, M. S., & Amalia, D. (2022). Penyintas Kekerasan Seksual dalam Film Penyalin Cahaya. Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian, 8(2), 925–944.
Piliang, Y. A. (2004). Semiotika Teks: Sebuah Pendekatan Analisis Teks. Mediator: Jurnal Komunikasi, 5(2), 189–198.
Sewan, S. (1980). Seni Kerajinan Batik Indonesia. Balai Penelitian dan Pengembangan, Lembaga Penelitian dan Pendidikan Industri, Departemen Perindustrian RI.
Sobur, A. (2003). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Stein, S., & Howard, E. (2002). The Eq Edge: Emotional Intelligence and Your Success, Ledakan EQ: 15 Prinsip Dasar Kecerdasan Emosional Meraih Sukses. Penerjemah Murtanto. Bandung: Kaifa.
Tuhepaly, N. A. D., & Mazaid, S. A. (2022). Analisis Semiotika John Fiske Mengenai Representasi Pelecehan Seksual Pada Film Penyalin Cahaya. Jurnal Pustaka Komunikasi, 5(2), 233.
Utami, P. I., Sari, A. P., Indrawati, S. W., & Fitriani, Y. (2022). Hegemoni dan Resistensi dalam Kasus Pelecehan Seksual: Analisis Simbol dalam Film Penyalin Cahaya. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing, 5(2), 409–422. https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v5i2.1998
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All articles published in Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra are protected by copyright, which is held by the journal. As the copyright holder, Magistra Andalusia grants authors and readers broad rights under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) license.
Under this license:
- Authors retain the right to use, share, and distribute their work, including for commercial purposes, as long as proper attribution is given to the original work and the resulting work is distributed under the same or compatible license.
- Readers are free to read, download, copy, distribute, remix, adapt, and build upon the content published in Magistra Andalusia, for any purpose, provided that appropriate credit is given, a link to the license is included, and any changes made are indicated. Furthermore, any derivative works must be distributed under the same license (CC BY-SA).
This license ensures that the published research remains freely accessible and usable by the global scholarly community while promoting transparency, collaboration, and the open dissemination of knowledge.
By submitting their manuscripts, authors agree to these terms and understand that they grant Magistra Andalusia a non-exclusive right to distribute their work under the terms of the CC BY-SA license.







